Alissa Wahid Kenalkan Visi NU BARAKAH 2031 Hasil Muktamar Ke-35 NU

 

INFONAHDLIYIN-Koordinator Komisi Program Muktamar Ke-35 NU Alissa Wahid menyampaikan visi PBNU 2026-2031 yang dinamakan "NU Barakah 2031". Visi ini disiapkan sebagai panduan utama program kerja kepengurusan agar lebih terarah dan berdampak nyata.

"Siapapun pengurusnya, siapapun pemimpinnya, pasti ada haluan yang harus digunakan. Maka sebagai pemandu arah strategis 2026-2031, kita memiliki visi 'NU Barakah'," katanya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Kamis (3/9/2026).   Lebih lanjut, ia menjabarkan makna dari tiap huruf yang membentuk kata 'Barakah' tersebut. 7 kata dari tiap huruf itu ialah (B) berorientasi pada jamaah, (A) amanah, (R) koheren, (A) akuntabel, (K) kesinambungan, (A) adaptif, dan (H) handal.

"Yang pertama yaitu berorientasi pada kemaslahatan jama'ah. Artinya sudah saatnya PBNU tidak hanya mengurusi jamiyyah saja, namun harus mulai mengurusi jamaahnya," ungkapnya.

Huruf kedua ialah A yang merupakan akronim dari amanah. Menurut Alissa, hal ini berarti pengurus NU khususnya PBNU harus mampu buktikan bahwa NU adalah Jam'iyyah yang amanah.   "Huruf ketiga R, diambil dari kata koheren. Maknanya jamiyyah ini terikat satu sama lain, maka seluruh unsurnya harus saling bersinergi," tuturnya.   Keempat ialah akuntabel, yakni mampu bertanggung jawab atas segala keputusan dan program kerja, yang nantinya ditunjukkan dengan transparansi.   "Kelima, K adalah kesinambungan. Berarti tetap menjaga keberlanjutan program dan misi pengurus sebelumnya. Keenam adaptif, mampu mengikuti perkembangan zaman," jelasnya.   Huruf terakhir ialah H yang diambil dari kata handal. Alissa menyebut bahwa ini berarti PBNU harus dapat diandalkan oleh seluruh elemen, termasuk dapat diandalkan dalam hal mendampingi secara lebih intensif di daerah 3T.

Menurutnya, hal utama dalam peta jalan NU 2026-2050 adalah penguatan organisasi NU. Alissa mengungkapkan, visi jangka panjang itu dinilai penting karena NU telah memasuki abad kedua dengan berbagai tantangan baru.

"Karena ini masuk abad kedua dengan tantangan yang berbeda. Ada soal Gen Z, ada soal abad digital, ada soal perkembangan geopolitik, dan lain-lain," jelasnya.   "Karena itu, organisasi NU juga perlu untuk bertransformasi dan melakukan konsolidasi," sambung Alissa.   Selain itu, Alissa menegaskan bahwa peta jalan juga diarahkan pada penguatan khidmah NU melalui empat pilar. Keempatnya mencakup pesantren dan Aswaja, kesejahteraan sosial-ekonomi warga NU, peningkatan keunggulan sumber daya manusia (SDM) NU, serta pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.   "Kalau ini tanggung jawab ke dalam, begitu ya, kepada warga NU yang jumlahnya 57 persen dari umat Islam di Indonesia," jelasnya.   Selain khidmah ke dalam, sambungnya, NU juga tetap memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan dunia. Menurut Alissa, posisi NU sebagai salah satu kekuatan sosial kemasyarakatan di Indonesia membuat khidmah untuk bangsa dan dunia menjadi bagian penting dari arah organisasi.   Terkait kebangsaan, Alissa mengungkapkan ruang lingkupnya mencakup advokasi kebijakan publik agar berpihak kepada rakyat, serta keterlibatan NU dalam isu politik, hukum, demokrasi, dan penguatan gerakan masyarakat sipil.   "Begitu juga positioning NU sebagai salah satu kekuatan Islam moderat di dunia. Itu untuk peta jalan," jelasnya.   Program NU 2026-2031 usung semboyan “NU Berkah 2031”   Terkait arah strategis program NU periode 2026-2031, Alissa menjelaskan bahwa program tersebut mengusung semboyan "NU Berkah 2031". Semboyan tersebut merupakan akronim dari berorientasi jamaah, amanah, koheren, akuntabel, berkesinambungan, adaptif, dan andal.   "Ini karena kita tahu bahwa kata kuncinya atau terma kuncinya transformasi jam'iyyah di tahun 2026-2031," katanya.   Lebih lanjut, Alissa menegaskan bahwa pokok-pokok haluan program tersebut juga akan menjadi acuan bagi kepengurusan PBNU 2026-2031.   Dalam jumpa pers tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Ketua Steering Committee (SC) KH Abdul Moqsith Ghazali, Sekretaris SC Prof Mohammad Nuh, Wakil Ketua OC H Gudfan Arif Ghofur, Wakil Koordinator Komisi Organisasi Prof Asrorun Niam Sholeh, Koordinator Komisi Program Alissa Wahid, Wakil Koordinator Komisi Rekomendasi H Ahmad Suaedy, dan Tim Penyusun Materi Komisi Keorganisasian Idy Muzayyad.(TIM,IN)


Posting Komentar untuk "Alissa Wahid Kenalkan Visi NU BARAKAH 2031 Hasil Muktamar Ke-35 NU"